Ketua DPRD Padang Pastikan Huntara Korban Banjir Bandang Layak Huni

PenaHarian.com
10 Des 2025 19:45
2 menit membaca

Padang, – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, meninjau langsung pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (10/12/2025) malam. Dalam kunjungan tersebut, Muharlion memastikan progres pembangunan Huntara berjalan lancar dan fasilitas yang tersedia layak untuk dihuni. (10/12/2025)

Huntara dibangun di kompleks Rumah Nelayan, tepat di belakang Kantor Camat Koto Tangah. Kawasan ini sebelumnya digunakan sebagai lokasi isolasi Covid-19 di SMK Negeri 10 Padang. Muharlion menegaskan, pemilihan lokasi tersebut sudah melalui pertimbangan karena dinilai aman dan strategis bagi para pengungsi.

“Lokasinya berada di kompleks Rumah Nelayan, tepat di belakang Kantor Camat,” ujar Muharlion saat meninjau langsung kondisi hunian.

Hingga Kamis (11/12/2025), tercatat sebanyak 40 kepala keluarga telah menempati unit Huntara yang disediakan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, termasuk pengungsi yang berasal dari wilayah Kuranji dan sekitarnya.

Muharlion menjelaskan, setiap unit Huntara ditempati oleh satu kepala keluarga dan telah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti kasur dan kipas angin. Untuk fasilitas dapur, saat ini masih dalam tahap persiapan, sementara kebutuhan makan warga disuplai secara terpusat.

“Rumahnya layak, fasilitas lengkap. Fasilitas memasak akan menyusul, makanan juga disuplai sementara,” kata Muharlion.

Ia menegaskan, DPRD Kota Padang akan terus memantau kelayakan hunian sementara tersebut. Pengawasan dilakukan mulai dari kondisi bangunan, ketersediaan fasilitas pendukung, hingga kualitas air bersih yang digunakan warga.

Sebelumnya, persoalan air bersih sempat menjadi kendala di lokasi Huntara. Namun, saat ini telah dibuat beberapa sumur bor dan kebutuhan air warga dipenuhi melalui tandon sementara yang disiapkan di kawasan tersebut.

Muharlion juga menyampaikan target DPRD agar seluruh warga terdampak banjir bandang sudah menempati hunian sementara sebelum pertengahan Desember. Dengan demikian, tidak ada lagi pengungsi yang bertahan di pos pengungsian.

“Sebelum tanggal 15 Desember 2025, semua pengungsi sudah berada di hunian sementara, tidak lagi di pengungsian,” pungkas Ketua DPRD Padang tersebut.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x