Gubernur Mahyeldi Resmikan BLUD Tiga UPTD Peternakan, Dorong Layanan Modern dan Mandiri

PenaHarian.com
19 Jan 2026 17:54
3 menit membaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tiga Unit Pelaksana Teknis Daerah sektor peternakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar. Ketiga UPTD tersebut meliputi UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, serta UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato. Peresmian dipusatkan di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar. Senin (19/1/2026).

Peresmian BLUD ini menjadi bagian dari langkah Pemprov Sumbar dalam memperkuat reformasi birokrasi, khususnya pada sektor peternakan dan kesehatan hewan. Melalui skema BLUD, unit pelayanan diharapkan memiliki fleksibilitas pengelolaan yang lebih luas guna meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa penerapan BLUD harus mampu mengubah pola kerja birokrasi menjadi lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, keleluasaan dalam pengelolaan keuangan harus sejalan dengan peningkatan kinerja yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“BLUD memberi ruang kemandirian bagi unit layanan. Namun, fleksibilitas ini harus dijawab dengan kualitas pelayanan yang semakin baik dan prestasi kerja yang nyata,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga mendorong pengembangan UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar sebagai ikon layanan publik yang modern. Ia meminta agar sistem layanan terus ditingkatkan, termasuk melalui penerapan pendaftaran dan rekam medis berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan.

“Dengan sistem yang modern dan berbasis teknologi, Rumah Sakit Hewan diharapkan mampu memberikan layanan sesuai standar profesional sekaligus mendukung kemandirian pendapatan,” jelasnya.

Untuk UPTD Ternak Unggas, Gubernur menekankan pentingnya penguatan hilirisasi. Ia berharap unit tersebut tidak hanya fokus pada produksi bibit, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi, termasuk penyediaan pakan berkualitas dengan harga kompetitif melalui kerja sama dan kemitraan dengan pihak ketiga.

Sementara itu, pada UPTD BPTSB Tuah Sakato Payakumbuh, Mahyeldi mendorong pemanfaatan teknologi produksi yang lebih maju, khususnya teknologi sexing pada semen beku. Teknologi ini dinilai dapat membantu peternak menyesuaikan kebutuhan ternaknya secara lebih tepat, sekaligus membuka peluang perluasan pemasaran ke luar daerah.

Mahyeldi menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah BLUD di Sumbar telah mencapai 55 unit dan memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah. Ia menegaskan peningkatan PAD tidak dilakukan dengan membebani masyarakat, melainkan melalui efisiensi operasional, peningkatan volume layanan, dan inovasi usaha.

“PAD harus tumbuh dari kinerja dan inovasi, bukan dari kenaikan tarif yang memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, menyampaikan bahwa UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan pada peningkatan mutu pelayanan medis, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan teknologi dan keilmuan terbaru di bidang kesehatan hewan.

Sukarli juga mengungkapkan optimisme terhadap kontribusi BLUD Rumah Sakit Hewan Sumbar terhadap PAD. Hingga akhir 2025, pendapatan yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp1,7 miliar diproyeksikan meningkat menjadi Rp2,4 miliar seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Ia menambahkan, keberadaan BLUD Rumah Sakit Hewan Sumbar diharapkan dapat berkembang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan hewan di Sumatera Barat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor peternakan dan daerah.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x