DPRD Padang Jauh-jauh Bimtek ke Jakarta Bawa Uang Daerah, Sekwan dan Wako Bungkam

PenaHarian.com
13 Nov 2025 11:45
3 menit membaca

Padang, – Ditengah seruan efisiensi anggaran dan saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang mengalami defisit dan sedang dibahas solusinya, DPRD Kota Padang justru diketahui melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di sebuah hotel mewah di Jakarta pada 22 hingga 24 Oktober 2025 kemarin. Bimtek ini ditanggung penuh oleh APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2025 melalui DPA Sekretariat DPRD.

Pada Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Perubahan APBD 2025 pada 30 Juni 2025, diketahui Kota Padang juga mengalami defisit sebesar Rp162,2 miliar. Defisit tersebut direncanakan ditutupi melalui SILPA tahun 2024 sebesar Rp135,9 miliar serta rencana penarikan pinjaman daerah baru sebesar Rp37,4 miliar.

Kemudian Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi APBD Kota Padang tahun anggaran 2026 berada dalam posisi minus. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan belanja R-APBD Tahun 2026 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada 16 Oktober 2025 kemarin.

Menurut perhitungan terbaru, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang berada pada angka sekitar Rp1,1 triliun. Namun terjadi pengurangan sebesar Rp120 miliar.

“Dengan pengurangan tersebut, PAD kita berada pada kisaran Rp1,005 triliun. Ketika belanja dimasukkan, masih terdapat defisit sekitar Rp120 miliar. Ini masih kita bahas secara maraton untuk mencari solusinya,” ungkap Muharlion.

Ia menyebutkan, belum ada keputusan pengurangan belanja dalam pos anggaran karena proses penyusunan masih berlangsung. Solusi yang sedang dipertimbangkan termasuk opsi pinjaman daerah sebesar Rp81 miliar.

Di tengah kondisi keuangan daerah yang disebut sedang mencari jalan keluar tersebut, DPRD Kota Padang pada 22 hingga 24 Oktober 2025 justru melaksanakan Bimtek selama tiga hari di Jakarta. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Fungsi Legislasi dan Pengawasan DPRD dalam Perencanaan Anggaran, Pertanggungjawaban Keuangan, dan Peraturan Daerah dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik”.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, dan Sekretaris DPRD, Hendrizal Ashar, telah dikonfirmasi mengenai total anggaran kegiatan tersebut, termasuk biaya hotel, transportasi, uang harian, narasumber, serta fasilitas pendukung lainnya. Namun hingga kini belum ada penjelasan rinci yang diberikan.

Sejumlah pihak juga mempertanyakan alasan pemilihan Jakarta sebagai lokasi Bimtek, padahal kegiatan serupa dapat dilaksanakan di Kota Padang atau daerah lain di Sumatera Barat dengan biaya yang jauh lebih efisien. Selain itu, output konkret dari kegiatan tersebut terhadap penguatan kebijakan dan peningkatan PAD juga masih belum jelas.

“Kalau detail anggaran bagusnya ke Sekwan. Saya tidak bisa panjang menjelaskan lewat WhatsApp,” kata Muharlion singkat, Minggu (9/11/2025).

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Padang, Hendrizal Ashar, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan dan pembiayaan kegiatan tersebut. Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang juga telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (10/11/2025) mengenai sikapnya terhadap kegiatan Bimtek DPRD yang digelar jauh-jauh ke Jakarta, juga belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

(Ari Hendriko)

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x