Awal 2026, Gubernur Mahyeldi Tekankan ASN Sumbar Bekerja Nyata dan Berdampak

PenaHarian.com
5 Jan 2026 13:17
2 menit membaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar harus mengubah pola kerja dari sekadar administratif menjadi berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat ia memimpin Apel Gabungan Awal Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (5/1/2026).

Mahyeldi menyampaikan, awal tahun merupakan momentum penting untuk menata kembali niat, menyatukan langkah, serta memperkuat komitmen ASN sebagai pelayan publik. Terlebih, Sumatera Barat baru saja menghadapi bencana hidrometeorologi besar pada akhir November 2025 yang berdampak luas bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis dan pascabencana, menjadi ukuran nyata kinerja birokrasi. Menurutnya, ASN dituntut mampu memberikan pelayanan optimal dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Dalam arahannya, Mahyeldi mengingatkan agar ASN tidak hanya fokus menggugurkan kewajiban prosedural. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana kebijakan dan program pemerintah mampu menghadirkan solusi, manfaat, serta keberpihakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga mendorong penguatan inovasi di lingkungan pemerintahan daerah. Penyederhanaan prosedur, pola kerja yang lebih efisien, serta kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah dinilai perlu terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin efektif.

Pengalaman bekerja cepat dan adaptif saat penanganan bencana, menurut Mahyeldi, seharusnya tidak berhenti sebagai respons darurat. Pola tersebut perlu dijadikan budaya kerja baru dalam birokrasi Pemprov Sumbar.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Mahyeldi mengajak seluruh OPD untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan daerah. Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah harus tetap dilakukan dengan mematuhi ketentuan hukum dan prinsip kehati-hatian.

Memasuki tahun 2026, fokus lain yang ditekankan adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta pelaksanaan program strategis daerah. Ia meminta seluruh OPD bekerja lebih fokus, cepat, dan saling mendukung agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, Mahyeldi menilai sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, serta kementerian dan lembaga di tingkat pusat, menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Komunikasi yang aktif dan penyelarasan program dinilai penting agar pembangunan berjalan terpadu dan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Mahyeldi mengajak seluruh ASN Pemprov Sumbar menjadikan tahun 2026 sebagai tahun kerja yang lebih baik, lebih berdampak, dan lebih bermakna. Ia mengingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tetapi juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x