Pemprov Sumbar Dukung Klinik UMKM Minang Bangkit, Akselerasi Pemulihan Ekonomi Pascabencana

PenaHarian.com
21 Jan 2026 17:11
3 menit membaca

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Klinik UMKM Minang Bangkit yang digagas Kementerian UMKM RI. Program ini dinilai strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Rabu (21/1/2026).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menilai kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sumbar yang sedang berupaya bangkit dan menata kembali aktivitas ekonomi. Menurutnya, UMKM merupakan sektor yang paling cepat menggerakkan roda perekonomian di daerah.

Mahyeldi menyampaikan keyakinannya bahwa program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Ia berharap Klinik UMKM Minang Bangkit dapat menjadi motor pemulihan ekonomi pascabencana dan membantu pelaku usaha kembali produktif dalam waktu yang relatif singkat.

Dukungan itu disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi Klinik UMKM Bangkit Pascabencana bersama Kementerian UMKM yang digelar secara daring dari Istana Gubernuran. Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengajak pelaku UMKM terdampak untuk segera melakukan pendataan melalui Klinik UMKM yang telah disiapkan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pendataan menjadi langkah awal yang sangat penting agar program pemulihan dapat berjalan tepat sasaran. Dengan data yang akurat, bantuan dan pendampingan yang diberikan diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha di lapangan.

Mahyeldi juga berharap Klinik UMKM Minang Bangkit tidak hanya menjadi tempat konsultasi semata, tetapi berkembang menjadi pusat kebangkitan ekonomi rakyat. Menurutnya, UMKM Sumbar harus bangkit lebih kuat, lebih siap menghadapi tantangan, dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, menjelaskan bahwa Klinik UMKM Bangkit menyediakan tiga layanan utama, yakni layanan pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi. Seluruh layanan tersebut dijalankan dengan mengoordinasikan serta mengolaborasikan berbagai mitra terkait.

Ia menyebutkan, kehadiran Klinik UMKM Bangkit di Sumbar diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI agar pemerintah pusat hadir dan mendukung pemerintah daerah dalam proses pemulihan pascabencana.

Saat ini, Pemprov Sumbar bersama Kementerian UMKM terus melakukan pemetaan dan pendataan UMKM terdampak bencana secara bertahap. Data tersebut akan disinkronkan dengan pemerintah pusat dan lembaga perbankan agar program bantuan dan pemulihan usaha dapat dilaksanakan secara tepat dan terukur.

Selain akses pembiayaan, pelaku UMKM juga akan mendapatkan pendampingan manajemen usaha, bantuan pemasaran, penguatan digitalisasi dan legalitas usaha, serta peningkatan kapasitas produksi melalui Klinik UMKM Minang Bangkit.

Untuk memperkuat layanan pembiayaan, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak, mulai dari perbankan, lembaga keuangan non-bank, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, hingga Badan Amil Zakat Nasional.

Program Klinik UMKM Bangkit sendiri merupakan bagian dari inventarisasi dan pemetaan UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera. Data yang dihimpun akan menjadi dasar penyusunan program bantuan dan pemulihan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Endrizal beserta jajaran, serta Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah bersama tim.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x