Sumbar Luncurkan Gerakan “Ba Jaguang”: Sinergi Pemerintah, Polisi, dan Swasta untuk Ketahanan Pangan Nasional

PenaHarian.com
25 Jul 2025 10:42
3 menit membaca

PADANG PARIAMAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan langkah progresif dalam mengatasi krisis pasokan jagung dengan meluncurkan program penanaman skala besar bertajuk “Ba Jaguang: Dari Ranah Minang untuk Ketahanan Pangan Indonesia.” Program ini menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah, kepolisian, investor, dan petani lokal demi mewujudkan swasembada jagung sekaligus penguatan ekonomi rakyat.

Bertempat di Nagari Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Kamis (24/7/2025), Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi mengungkapkan bahwa kebutuhan jagung Sumbar mencapai 2,48 juta ton per tahun, namun produksi lokal baru mencukupi sekitar 40 persen. Sisanya masih harus didatangkan dari luar provinsi.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Apalagi sektor peternakan kita berkembang pesat, dan jagung sebagai bahan baku pakan sangat dibutuhkan. Maka kita gerakkan potensi lahan tidur yang selama ini belum tergarap,” kata Buya.

Program ini tidak dijalankan sendirian. Pemprov Sumbar menggandeng PT Mekar Agrifin Teknologi (Paten Mekar Tani), PT Mekar Investama Teknologi (MEKAR), serta mitra teknologi dan pertanian lainnya, dengan dukungan penuh dari Kepolisian Daerah Sumbar.

Penanaman tahap awal telah dimulai di lahan seluas 300 hektare di sejumlah nagari di Padang Pariaman, dan ditargetkan berkembang hingga 1.000 hektare di seluruh Sumbar sebelum Agustus 2025 berakhir.

Kapolda: Ini Soal Kedaulatan dan Ekonomi Rakyat

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal kecukupan konsumsi, tapi juga penguatan ekonomi masyarakat.

“Jagung bukan sekadar tanaman pangan, tapi fondasi ekonomi petani. Dengan teknologi dan pendampingan, kita bisa dorong hasil panen dari 7 ton menjadi 10 ton per hektare. Investor hadir membawa bibit unggul, pendanaan, teknologi, bahkan jaminan pembelian hasil panen. Semuanya disiapkan,” ujarnya.

Investor Hadirkan Teknologi dan Sistem Modern untuk Petani

CEO MEKAR, Pandu Aditya Kristy, menyebut bahwa kolaborasi adalah kunci utama keberhasilan program Ba Jaguang. “Kami hadir bukan hanya untuk menanam, tapi membangun sistem pertanian cerdas yang efisien dan ramah petani. Tujuan akhirnya adalah kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Direktur Paten Mekar Tani, Ari Irpendi Putra, menambahkan bahwa teknologi seperti drone untuk penyemprotan dan pemetaan lahan dengan citra satelit kini dapat langsung dimanfaatkan oleh petani.

“Petani tak perlu pusing dengan alat atau biaya. Kami bawa teknologi ke ladang mereka. Dengan pemetaan satelit, kita tahu persis lahan mana yang cocok, dan berapa potensi hasil panennya,” jelas Ari.

Kolaborasi Luas untuk Masa Depan Pertanian Minang

Gerakan Ba Jaguang juga mendapat dukungan dari berbagai mitra seperti Bentara Agri Indonesia, Kirana, ID Botani, Winmar, dan Gloviewer—semua memiliki misi yang sama: membangun pertanian inklusif, memberdayakan petani lokal, dan memperkuat ekonomi daerah.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Sumbar menapaki babak baru pertanian modern berbasis kolaborasi dan teknologi. Harapan pun tumbuh dari setiap benih jagung yang ditanam—harapan akan pangan yang cukup, petani yang sejahtera, dan bangsa yang mandiri.


Tidak ada komentar untuk ditampilkan.