Wagub Vasko Tekankan Investasi Padat Karya, Sumbar Bidik Rp13,3 Triliun pada 2027

PenaHarian.com
8 Apr 2026 19:58
2 menit membaca

PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui investasi padat karya yang berdampak langsung bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikannya dalam Musrenbang RKPD Provinsi Sumbar Tahun 2027 di Auditorium Gubernuran. Rabu (8/4/2026).

Menurut Vasko, setiap investasi yang masuk harus memberi efek nyata, tidak sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menyerap tenaga kerja secara luas dan menguatkan ekonomi warga.

Strategi investasi Sumbar ke depan bertumpu pada empat pilar. Pertama, penguatan infrastruktur dan konektivitas melalui pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi–Payakumbuh sebagai jalur perdagangan utama.

Kedua, pengembangan sektor maritim lewat optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai simpul distribusi komoditas unggulan daerah. Ketiga, penguatan energi terbarukan melalui pemanfaatan potensi panas bumi di sejumlah titik strategis.

Keempat, penguatan sektor pariwisata dan ketangguhan kawasan dengan pengembangan Kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai sebagai destinasi unggulan berkelanjutan.

Vasko menilai rangkaian program tersebut bukan sekadar proyek, melainkan portofolio strategis yang akan menjadi pengungkit ekonomi Sumatera Barat dalam jangka panjang.

Ia menyoroti dua proyek prioritas, yakni pengembangan geothermal berpotensi hingga 165 MWe dan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer. Selain itu, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik melalui skema KPBU dinilai penting untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan keselamatan transportasi.

Dalam paparannya, Vasko menekankan bahwa keberhasilan investasi juga ditentukan oleh kepastian dan kemudahan yang diberikan pemerintah kepada investor. Peran kepala daerah dinilai krusial untuk bersikap proaktif, solutif, dan hadir mendampingi proses investasi.

Pemerintah kabupaten dan kota didorong tidak pasif, tetapi aktif menjemput peluang dengan memastikan kesiapan lahan serta pendampingan berkelanjutan bagi investor.

Untuk mendukung hal itu, Pemprov Sumbar memperkuat transformasi birokrasi melalui sistem perizinan berbasis digital dengan OSS, sehingga proses perizinan lebih cepat, transparan, dan tidak tumpang tindih regulasi.

Vasko menyebut tahun 2027 sebagai momentum penting kebangkitan investasi Sumbar dengan target Rp13,3 triliun. Angka ini bagian dari tren peningkatan investasi yang diproyeksikan dari Rp11,9 triliun pada 2026 hingga Rp18,8 triliun pada 2030.

Arah kebijakan difokuskan pada hilirisasi pertanian, pariwisata unggulan, energi terbarukan, infrastruktur, serta penguatan UMKM dan industri lokal.

Di tengah keterbatasan fiskal dan risiko bencana, Vasko optimistis Sumbar mampu bertransformasi melalui kolaborasi seluruh pihak demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x