
PADANG — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyambut langsung kedatangan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri sejumlah agenda kebudayaan di Sumatera Barat, Jumat, 23 Januari 2026.
Menteri Kebudayaan RI tiba di Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 11.15 WIB. Selain Sekdaprov Sumbar, penyambutan juga dihadiri sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Tampak hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumbar, Edi Dharma. Kehadiran para pejabat ini menandai dukungan penuh Pemprov Sumbar terhadap agenda kunjungan kerja Menteri Kebudayaan RI.
Arry Yuswandi menyampaikan harapannya agar kunjungan Menteri Kebudayaan ke Sumatera Barat dapat memberikan dampak positif bagi upaya pengembangan, pelestarian, dan pemajuan kebudayaan daerah.
Selama berada di Sumatera Barat, Fadli Zon dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan kebudayaan. Di antaranya menghadiri Festival Kesenian dan Kebudayaan di Kabupaten Padang Pariaman, meresmikan sekaligus mengaktivasi Gedung Abdullah Kamil, serta membuka pameran bertajuk “Padang Tempo Dulu” yang digelar di Museum Adityawarman, Kota Padang.
Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Menteri Kebudayaan RI juga didampingi oleh budayawan dan sastrawan nasional, Taufiq Ismail. Kehadiran tokoh sastra tersebut diharapkan dapat memperkaya nilai edukasi dan literasi budaya dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.
Sekdaprov Sumbar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mendukung berbagai program Kementerian Kebudayaan, khususnya dalam menjaga, melestarikan, dan memajukan kebudayaan daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Ia menilai kunjungan kerja Menteri Kebudayaan RI ke Sumatera Barat merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pemajuan kebudayaan nasional yang berakar pada kearifan lokal.