Ketua DPRD Sumbar Dorong MBG SPPG Perkuat Ekonomi Warga

PenaHarian.com
5 Jan 2026 06:54
2 menit membaca

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memberi manfaat luas, tidak hanya bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga bagi penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri peresmian SPPG Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur. Minggu (4/1/25).

Menurut Muhidi, program MBG memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. Namun di sisi lain, pelaksanaannya juga perlu dirancang agar mampu mendorong pertumbuhan UMKM serta menggerakkan roda ekonomi lokal.

Ia menilai, keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat sekitar dalam rantai penyediaan bahan pangan hingga operasional dapur MBG merupakan peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Ketua DPRD Sumbar itu juga menyoroti dampak positif MBG terhadap penyerapan tenaga kerja. Di SPPG Jati, sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja berasal dari warga Kelurahan Jati, sehingga program ini turut membantu menekan angka pengangguran di lingkungan sekitar.

Muhidi menegaskan komitmen DPRD Sumbar untuk terus mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan optimal, tepat sasaran, transparan, serta berkelanjutan. Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan layanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Muslim M Yatim, yang meresmikan SPPG Jati, berharap program MBG dapat dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan. Ia menyebut, konsep pemenuhan gizi anak melalui layanan makan bergizi telah lama diterapkan di berbagai negara seperti Jepang, Brasil, Thailand, dan Malaysia.

Menurutnya, pelaksanaan MBG yang berkualitas merupakan bagian dari upaya besar menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

SPPG Jati dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Pada tahap awal, layanan MBG akan menjangkau delapan sekolah dengan distribusi lebih dari 260 porsi makanan bergizi per sekolah.

Secara keseluruhan, pada pelaksanaan perdana, SPPG Jati akan menyiapkan lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari. Jumlah tersebut direncanakan meningkat secara bertahap seiring optimalisasi operasional dapur dan kesiapan sarana pendukung.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x