Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Sumbar Tak Ada Kabar Pasca Aspidsus Hadiman Dimutasi

PenaHarian.com
16 Des 2024 14:36
2 menit membaca

Padang – Kelanjutan kasus dugaan korupsi dana Covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) pengadaan alat pelindung wajah (face shield) senilai Rp3,9 miliar kini menjadi tanda tanya besar. Setelah Aspidsus Kejati Sumbar, Hadiman, dimutasi ke Kejaksaan Agung, kasus yang mencuat pada 2024 ini seolah menghilang tanpa kejelasan.

Sebelumnya, Hadiman berjanji akan segera menetapkan tersangka setelah hasil audit kerugian negara diumumkan. Namun, hingga kini, hasil audit tersebut belum dipublikasikan, meskipun informasi yang beredar menyebut audit itu sebenarnya sudah selesai.

Dugaan korupsi ini bermula dari temuan penggelembungan harga (markup) dalam dua kontrak pengadaan alat face shield oleh BPBD Sumbar pada tahun anggaran 2020. Pagu anggaran untuk kedua kontrak tersebut mencapai Rp3,9 miliar.

Pada April 2024, Kejati Sumbar memulai penyidikan dan telah memeriksa 19 saksi dari berbagai latar belakang. Beberapa ASN BPBD Sumbar juga telah dijadwalkan untuk memberikan keterangan terkait pengadaan alat tersebut.

Aspidsus Kejati Sumbar saat itu, Hadiman, menyatakan bahwa proses penghitungan kerugian negara masih dilakukan auditor internal.

“Jika hasil audit sudah selesai dan jumlah kerugian diketahui, kami akan segera menetapkan tersangka,” tegasnya pada 5 Juni 2024 lalu.

Namun, hingga kini, perkembangan kasus ini terkesan stagnan. Hadiman yang sempat memimpin penyidikan kasus ini telah dimutasi ke Kejaksaan Agung sebagai Kasubdit Pra Penuntutan Tindak Pidana Teroris.

Sementara itu, Ketua Tim Audit Perhitungan Kerugian Negara, Abdi Hidayat, dikonfirmasi terkait hasil audit, belum memberikan penjelasan pasti. “Coba langsung tanya ke bagian humas,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/12/24) kemarin.

Begitu pula Kasi Penkum Kejati Sumbar, M. Rasyid, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut hingga berita ini diterbitkan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.