Gubernur Sumbar Takziah ke Rumah Duka Try Sutrisno

PenaHarian.com
9 Mar 2026 10:17
3 menit membaca

Jakarta — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendatangi rumah duka keluarga Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Kehadiran Gubernur Mahyeldi menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa dari Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumatera Barat kepada keluarga almarhum. Minggu (8/3/2026).

Kunjungan tersebut menunjukkan rasa empati serta penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum yang sepanjang kariernya pernah menduduki berbagai jabatan penting, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan nasional.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi duka yang mendalam.

Mahyeldi juga mengenang kedekatan almarhum dengan masyarakat Sumatera Barat. Menurutnya, Try Sutrisno pernah bertugas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah tersebut sehingga dikenal sebagai sosok yang ramah, santun dalam bertutur, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

Turut mendampingi Gubernur dalam kunjungan takziah itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumbar, Mursalim, serta Kepala Badan Penghubung, Aschari.

Di rumah duka, Gubernur Mahyeldi diterima langsung oleh istri almarhum, Tuti Sutiawati. Pertemuan berlangsung penuh kehangatan sekaligus rasa haru saat mengenang perjalanan hidup dan pengabdian almarhum.

Dalam perbincangan tersebut, Tuti Sutiawati menceritakan pengalaman almarhum ketika masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan melakukan kunjungan ke Sumatera Barat. Kenangan itu, menurutnya, sangat membekas bagi almarhum.

Ia mengisahkan bahwa saat kunjungan tersebut, almarhum mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, terutama para ibu-ibu yang pernah mengenalnya ketika masih menjadi taruna Akademi Militer dan menjalani latihan di daerah tersebut. Meski telah berlalu puluhan tahun, masyarakat masih mengingat almarhum dan menyambutnya dengan penuh keakraban.

Tuti Sutiawati menilai hal itu menjadi bukti kuatnya hubungan emosional antara almarhum dan masyarakat Sumatera Barat. Kehangatan masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, penghormatan, serta falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah meninggalkan kesan mendalam bagi almarhum.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Barat apabila selama almarhum bertugas dan berinteraksi di daerah tersebut terdapat kekhilafan atau kesalahan.

Ia turut menyampaikan pesan yang sering diingatkan almarhum semasa hidup, yakni agar setiap orang berhati-hati dalam bertutur kata dan selalu berusaha berbuat baik kepada siapa pun, karena setiap kebaikan pada akhirnya akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Sementara itu, salah seorang pengawal pribadi almarhum, Riko Tanjung, yang turut memandikan jenazah, mengungkapkan bahwa wajah almarhum tampak bersih dan tenang. Hal itu memberikan kesan mendalam bagi mereka yang menyaksikannya, sebagai gambaran ketenangan dari sosok yang selama hidup dikenal sederhana, santun, dan penuh pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x