Reses Ketua DPRD Sumbar di Lubuk Minturun Serap Aspirasi Warga dari Longsor hingga Penguatan UMKM

PenaHarian.com
6 Feb 2026 11:17
2 menit membaca

PADANG — Kegiatan reses Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, berlangsung penuh keakraban dan partisipasi warga. Bertempat di Griya Syahlinar, masyarakat memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan, mulai dari persoalan infrastruktur hingga dukungan ekonomi kerakyatan, Kamis (5/2/2026).

Dalam pertemuan itu, Muhidi menjelaskan bahwa reses merupakan sarana penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung mendengar suara masyarakat. Ia menegaskan peran DPRD tidak hanya sebagai pembuat aturan, tetapi juga dalam fungsi penganggaran dan pengawasan agar aspirasi warga benar-benar terakomodasi.

Muhidi memaparkan bahwa sebelum anggaran disahkan, terdapat tahapan panjang yang harus dilalui, mulai dari penyusunan RKPD, rembuk warga di tingkat RW, rapat koordinasi pembangunan, hingga Musrenbang kecamatan. Seluruh masukan masyarakat, menurutnya, akan dicatat dan dikawal agar masuk dalam perencanaan pembangunan.

Ia juga mengapresiasi kekompakan warga Lubuk Minturun yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan lingkungan. Kebersamaan di tingkat RT, RW, hingga kelurahan disebutnya sebagai modal sosial yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan.

Menurut Muhidi, setiap aspirasi yang disampaikan warga memiliki nilai penting. Ia memastikan bahwa usulan yang menjadi kewenangan DPRD Provinsi Sumatera Barat akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Dalam kesempatan itu, Muhidi menyampaikan kabar positif bagi warga Perumahan Griya Syahlinar. Ia memastikan pembangunan betonisasi jalan komplek akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026, mengingat pengajuan tersebut telah disampaikan sejak tahun 2025.

Selain itu, Muhidi juga menjelaskan bahwa sejumlah aspirasi lain yang belum dapat diakomodasi tahun ini akan didorong agar masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027, sehingga kebutuhan warga dapat dipenuhi secara bertahap.

Sesi dialog berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari warga. Salah satu isu yang mengemuka adalah penanganan longsor pasca bencana hidrometeorologi yang berdampak pada terputusnya akses jalan dan saluran drainase di lingkungan sekitar.

Warga juga menyampaikan harapan adanya dukungan nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, khususnya di sektor perikanan. Bantuan pembinaan dan penguatan usaha dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Menariknya, dalam dialog tersebut warga turut memperkenalkan produk bakso rumahan khas Griya Syahlinar yang telah dikembangkan secara mandiri. Produk tersebut diharapkan mendapat perhatian dan pembinaan agar mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih luas.

Kegiatan reses ini kembali menegaskan pentingnya komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat. Melalui dialog terbuka, berbagai persoalan di tingkat akar rumput dapat disampaikan dan diperjuangkan agar menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x