Pasar Raya Bergejolak Jelang Ramadhan, Ketua DPRD Padang Desak Pemko Buka Dialog dengan Pedagang

PenaHarian.com
10 Feb 2026 17:27
2 menit membaca

PADANG – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, angkat suara menyikapi aksi ratusan pedagang Pasar Raya Padang yang berunjuk rasa di depan Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (9/2/2026). Aksi tersebut dipicu kebijakan relokasi pedagang ke area basement Pasar Raya Fase VII yang dinilai belum berpihak pada keberlangsungan usaha mereka.

Muharlion menegaskan, situasi pasar harus tetap kondusif, terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang biasanya menjadi momentum peningkatan aktivitas perdagangan. Ia menilai, kebijakan relokasi harus disertai jaminan kenyamanan dan kepastian bagi para pedagang.

“Menjelang Ramadhan ini, kondisi pasar harus benar-benar kondusif. Kalau memang dilakukan relokasi, pedagang wajib mendapatkan tempat yang layak dan nyaman untuk berjualan. Pemerintah Kota harus memberikan kepastian itu,” tegas Muharlion, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, keluhan pedagang terkait sepinya pembeli di lokasi basement tidak boleh diabaikan. Dampak penurunan jumlah pengunjung secara langsung memengaruhi pendapatan mereka, sehingga wajar jika muncul keresahan.

Sebagai pimpinan lembaga legislatif, Muharlion mendorong Pemerintah Kota Padang segera membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan para pedagang. Ia menekankan bahwa dialog terbuka menjadi langkah penting untuk meredam polemik sekaligus mencari solusi yang saling menguntungkan.

“Pemko harus duduk bersama pedagang, dengarkan aspirasi mereka. Dengan dialog yang baik, kita bisa menemukan jalan keluar tanpa merugikan pihak mana pun,” ujarnya.

DPRD Kota Padang, lanjutnya, berharap persoalan relokasi ini dapat diselesaikan dengan bijak agar stabilitas aktivitas perdagangan di Pasar Raya tetap terjaga, khususnya dalam menghadapi Ramadhan.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x