Pasca Bencana, Ketua DPRD Sumbar Serap Aspirasi Warga Kuranji Secara Langsung

PenaHarian.com
7 Feb 2026 09:39
2 menit membaca

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, turun langsung menemui masyarakat GUO Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dalam kegiatan reses yang dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan pascabencana hidrometeorologi. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan penuh partisipasi warga. Jumat (6/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Muhidi menegaskan bahwa reses menjadi ruang penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan masyarakat di lapangan. Seluruh aspirasi yang disampaikan, kata dia, akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkat pemerintahan, baik kota maupun provinsi.

Ia menjelaskan bahwa APBD Provinsi Sumatera Barat yang mencapai sekitar Rp6 triliun diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Salah satu aspirasi warga GUO yang mengemuka adalah pembangunan musala, yang dapat diperjuangkan melalui bantuan provinsi senilai Rp20 juta dengan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditentukan.

Muhidi merinci, persyaratan tersebut meliputi surat keterangan dari lurah, rekomendasi dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Padang, serta Surat Keputusan pengangkatan pengurus dari KUA. Setelah itu, proposal diajukan kepada Gubernur Sumatera Barat melalui Kepala Biro Kesra.

Ia juga menegaskan fungsi DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, khususnya dalam membahas dan mengesahkan anggaran serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Terkait penanganan warga terdampak bencana, Muhidi menyampaikan bahwa data masyarakat telah diinput ke dalam sistem R3P sesuai kebijakan pemerintah pusat. Ia menambahkan, Gubernur Sumatera Barat bersama Forkopimda kabupaten/kota dan Wali Kota Padang terus mendorong percepatan kebijakan agar bantuan segera dirasakan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan.

Menurutnya, bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak besar pada perekonomian warga. Karena itu, ia menilai perlu adanya program yang langsung melibatkan masyarakat, seperti kegiatan padat karya, agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan.

Selain itu, program dukungan terhadap usaha kecil dan menengah juga menjadi harapan masyarakat. Seluruh usulan tersebut, kata Muhidi, telah disampaikan kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dan tinggal menunggu keputusan kebijakan.

Sementara itu, tokoh masyarakat GUO, Suryadi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Ketua DPRD Sumbar saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah mereka. Ia menyebut kehadiran langsung dan bantuan yang diberikan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga terdampak.

Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain, seperti perbaikan irigasi yang rusak akibat banjir, penanganan penyakit masyarakat termasuk penyalahgunaan narkoba melalui regulasi yang lebih tegas, serta permohonan bantuan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE), termasuk warga yang menjalankan usaha kue kering.

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
x